Berdoa di Gua Maria Sendangsono, Yogyakarta

Pergi liburan ke Yogyakarta kemarin, jujur, kita pergi tanpa rencana satu pun mau ke mana, selain mau ke Gua Maria Ganjuran dan Sendangsono. Dua Gua Maria ini merupakan tempat wisata titipan mama. Anak-anaknya semua bisa dibilang ‘go show’ aja. Booking hotel aja baru H-1 🙂

Jadi, mari kita mulai cerita petulangan di Jogja kemarin dari Gua Maria Sendangsono. Flashback sedikit, terakhir kita ke sini itu waktu gw masih SD. Ternyata, kondisinya udah beda banget. Lokasinya jadi cakep banget. Tempat jalan salibnya pun jadi nyaman banget.

Kita berkunjung ke Sendangsono setelah paginya rafting di Sungai Elo (cerita menyusul), makanya kita minta pak supir untuk turunin kita sedekat mungkin ke Gua Maria. Asumsi kita saat ini, kalau turun dari bawah, untuk sampai ke Gua Maria perlu jalan jauh. Ternyata, setelah sampai, kita baru tau kalau diturunin di atas Gua Maria.

Untuk lokasi masuknya sendiri, keliatannya ada beberapa titik. Nia yang sempat outing bareng teman kantornya ke sini beberapa tahun yang lalu, bilang ‘kok beda ya tempat masuknya’ perasaan dulu masih harus jalan sedikit.

Bersyukur aja 🙂

Masuk-masuk, kita disuguhi salib besar di sisi kiri:

Salib Besar di Sendangsono
Salib Besar di Sendangsono

Turun sedikit, langsung ketemu Gua Marianya. Kondisi saat kita datang itu bisa dibilang berisik, bukan dalam keadaan yang sepi dan kusyuk karena lagi ada rombongan anak-anak retret yang baru datang.

Foto Gua Maria yang cantik, banyak lilin dan bunga persembahan:

Gua Maria Sendangsono

Sebelum berdoa, pasang lilin dulu yang dibeli pas ke Ganjuran sehari sebelumnya:

sendang sono-taruh lilin

Abis itu, mundur ke belakang sedikit, ke area doa. Di sini, ada yang doa masing-masing (kayak keluarga kita), ada juga yang berdoa rosario bersama-sama sekeluarga. Di sini, gw ‘curi’ waktu sejenak buat berdoa sama Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Bisa dibilang setengah tahun pertama 2015 kemarin merupakan tahun yang berat. Malah sempat terpikir untuk jalan-jalannya nggak ikut. Puji syukur sekarang beban-beban yang sebelumnya gw bawa dalam doa, ketakutan-ketakutan gw, semuanya bisa teratasi dengan baik.

Setelah selesai berdoa, nggak lupa buat foto dulu di depan Gua Maria. Fotonya dari samping karena nggak enak kalau ambil foto sambil membelakangi orang-orang yang lagi serius berdoa 🙂

sendang sono-di depan gua maria

Selesai berdoa di Gua Maria, tujuan selanjutnya ambil air suci. Selain ambil air suci untuk dibawa pulang, kita juga cuci muka, tangan, dan kaki di sini (tentunya sambil berdoa untuk dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik).

sendang sono-air suci
Spotted, 2 girls chatting down there!

 

Satu level dengan area air suci ini, kita bisa menemukan tempat-tempat perhentian jalan salib dengan urutan terbalik. Wajar aja, soalnya kita kan datang dari Gua Maria. Walaupun nggak ngikutin urutan & nggak berhenti di semua perhentian, kita sempat taruh lilin (dan berfoto):

sendang sono-tempat perhentian-2
Tempat Perhentian – Gua Maria Sendangsono

 

sendang sono-tempat perhentian
Tempat Perhentian – Gua Maria Sendangsono

 

sendangsono-berdoa di tempat perhentian
Tempat Perhentian – Gua Maria Sendangsono

 

Bisa dilihat dari foto-foto di atas kalau medan untuk jalan salib ini sudah dibuat nyaman (banget). Jadi buat yang mau bawa orang tua ziarah ke sini, nggak perlu khawatir.

Nyalain lilinnya sedikit PR karena anginnya lumayan kenceng, jadi gampang mati.

 

Sekarang, mari kita lihat tempat-tempat lain di sini:

Kapel Para Rasul – yang lagi rame, jadi tempat kumpulnya peserta retret

sendangsono-kapel para rasul

Kapel Tritunggal Maha Kudus – kondisi khusuk dan tenang

sendangsono-kapel tritunggal maha kudus

Kapel Maria – sedang ditutup juga

sendangsono-kapel maria

 

Toko Souvenir – yang mau beli doa bisa ke sini. Yang mau bawa air suci tapi belum bawa tempat air, bisa beli di sini juga. Cocok untuk oleh-oleh.

sendang sono-toko souvenir

Lokasi WC-nya ada di beberapa tempat. Salah satunya di balik toko souvenir ini. Berhubung pas kita ke Sendansono kemarin lagi ada group retret anak-anak dan sudah sore hari, pas mau ke WC, antrinya lumayan lama walaupun nggak panjang, karena rata-rata anak-anak lagi pada mandi sore.

Untuk yang bawa orang tua, yang jalannya agak susah, bisa dipertimbangkan untuk ke WC dulu sebelum masuk ke dalam karena WC-nya lumayan becek dan basah. Gw kemarin sempat kepleset pas keluar, untung nggak sampai jatuh 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *