Candi Borobudur – Jogjakarta

candi borobudur-4Kali ini dan beberapa waktu ke depan, kita akan membahas tempat wisata di Yogyakarta. Candi Borobudur tentunya menjadi sorotan utama meskipun sebetulnya lokasinya di Magelang, Jawa Tengah ya.

Sebelum ke Borobudur ini, sebaiknya siapin topi, kacamata hitam, dan minum karena panas sekali dari jam 12 siang sampe 2 sore (kecuali pas musim hujan, mesti siap payung dong). Pakai celana dan baju dengan lengan panjang juga sangat disarankan kecuali bule-bule πŸ˜€

Atau, kalau gak mau repot bawa sendiri, di area parkir banyak kok jasa sewa payung, penjual topi, dan penjual kacamata hitam. Begitu turun dari mobil, sejumlah penjual yang ramah dengan semangat menjajakan dagangannya meskipun kebanyakan dari mereka sudah cukup berumur. Tak hanya itu, banyak juga yang jualan makanan dan minuman.

Tips: Jangan ragu untuk menawar harga! Mereka pasang harga yang cukup tinggi di awal. Waktu itu seorang ibu tua penjual topi bilang β€œmurah kok, satunya 65 ribu saja”. Buset, murah darimana hehe. Lalu, kami tawar β€œ50 ribu dua topi ya?”. Awalnya sempat bilang gak bisa, tapi lama kelamaan dikasih juga. Untuk sewa payung, cukup merogoh kocek 5 ribu saja per payung.

PS: Beberapa dari mereka ini ngejar-ngejar sampai kita memasuki kawasan wisata lho. Kalau gak mau beli, tolak secara halus atau bilang udah ada.

candi borobudur-2

Menuju ke pintu masuk, kita ikuti jalurnya terus ada loket pembelian tiket di sebelah kanan (tempat beli tiket turis lokal dan asing terpisah)

Tiket masuk:

  • IDR 30.000 per orang (turis lokal)
  • IDR 12.500 untuk anak-anak di bawah 6 tahun
  • USD 20 per orang (turis asing)

Setelah beli tiket dan melewati pintu masuk, awalnya kami kira langsung tiba di candi. Ternyata, belum kelihatan sama sekali ><

candi borobudur-1

Kita mesti naik kereta dengan ongkos 7.500 rupiah saja per orang, dapat air mineral botol kecil. Β Denger-denger, dulu naik ke candi ini wajib pakai sarung batik ya? Terakhir ke sana Maret 2015 kemarin sudah tidak begitu lagi.

Perjalanan di kereta menuju candi ternyata cukup panjang. Di sepanjang jalan, kita melihat pemandangan hijau dan kios-kios penjual souvenir. Btw, boleh-boleh saja kalau mau jalan kaki. Kalau tidak salah, ada jalur lain yang sedikit lebih singkat ketimbang naik kereta. Kalo liburannya rame-rame, pasti seru dan gak kerasa capeknya jalan kaki.

Sesampainya di dekat candi, banyak fotografer amatir yang menawarkan jasa. Kalau saya tidak salah dengar, mereka menyebutkan 20 ribu sekali foto. Tidak ketinggalan juga jasa penyedia payung masih bisa ditemukan di dekat candi. Ada juga tukang pijat yang standby di pondok-pondok.

candi borobudur-6
Rame!

Untuk sampai ke puncak candi, kita harus menaiki ratusan anak tangga (kurang tahu sih tepatnya, belum sempat ngitung, maybe next time :D). Agar tidak cepat kelelahan, pelan-pelan saja melewati tiap anak tangga kendatipun sudah gak sabar ingin ke puncak. Selama perjalanan, kita berhenti sebentar-sebentar (begitupun pengunjung lainnya) sambil…

Foto-foto

Kegiatan wajib saat mengunjungi objek wisata nih. Yup, Anda bisa foto-foto dengan background kubah candi, pemandangan, atau bersama turis. Kalau mau foto di anak candi, ada peringatan dilarang memanjat.

candi borobudur-9
anak candi

candi borobudur-11

Lihat-lihat relief

Kelilingi candi untuk sekedar melihat-lihat relief di dinding candi yang memiliki makna tersendiri (cara bacanya searah jarum jam). Atau keliling untuk sekedar melihat bule-bule.

stupa di candi borobudur candi borobudur-7

Sesampainya di puncak, akhirnya bisa melihat langsung kemegahan kubah candi. Duduk-duduklah di pinggir kubah, terlihat pemandangan indah nan hijau. Eits jangan lupa pula mengabadikan momen selama berada di puncak candi.

Ini dia puncak Candi Borobudur
Ini dia puncak Candi Borobudur

Setelah puas berada di puncak, kini saatnya menuruni tangga (beda jalur dari pintu masuk).

candi borobudur-8

Melewati pintu keluar, kita disambut penjual-penjual souvenir, seperti gelang, gantungan kunci, lukisan, dan masih banyak lagi.

Di sepanjang jalan pulang, ada area belanja bagi yang mau cari baju dan souvenir, kalau mau lihat-lihat dan mampir, jalan kaki saja hingga ke parkiran. Tapi kalau sudah kecapekan, naik kereta atau odong-odong. Kebetulan kami naik odong-odong, 20 ribu ber-4.

Setibanya di pintu keluar, masih di dalam kawasan candi, banyak penjual gudeg, bakso, mie ayam, dan lain-lain. Untuk di luar kawasan, ada warung makan yang menyediakan masakan-masakan dengan harga yang cukup murah. Contohnya, seporsi nasi ayam panggang (ukuran sedang) seharga 9 ribu rupiah saja. Siapa tahu sepulang dari sana kelaperan πŸ˜‰

2 thoughts on “Candi Borobudur – Jogjakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *