Candi Prambanan di Pagi Hari

Begitu mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, kita sudah dijemput oleh supir yg direkomendasikan oleh tante saya. Begitu ketemu:

Pak Supir: Mau ke mana?

Kita: Bagusnya ke mana pak?

Hahaha. Abis itu baru kita lihat peta wisata Jogja yg ternyata sudah dibawa oleh adik gw. Ternyata tempat wisata yg paling dekat dengan bandara adalah Candi Prambanan. So, here we go! Gapapa ya cerita lagi di sini, sekalian nambah-nambahin cerita Iga sebelumnya.

 

Lokasi Candi Prambanan

Candi ini merupakan Candi Hindu terbesar di dunia. Lokasinya sendiri sangat dekat dengan bandara, hanya kira-kira 7 km (dekat standar Jakarta :P).

Kenapa kita bilang dekat, karena peta ini:

Potongan Peta Wisata Jogjakarta
Potongan Peta Wisata Jogjakarta

Satu hal yg perlu diingat buat pembaca yang belum pernah ke sini, atau udah pernah tapi udah lama banget, pintu masuk dan pintu keluar Candi Prambanan terletak di lokasi berbeda. Jadi, kalau ada spot-spot bagus buat foto, foto dulu, nggak usah nunggu ntar. Kalau ada tempat-tempat yg menarik hati, masuk dulu aja, jangan mikir nanti. Nggak akan kesampaian!

Gw sendiri terakhir ke sini kelas 6 SD pas study tour (atau jalan-jalan?) abis ujian SD bareng teman-teman sekolah. Udah lebih dari 10 tahun (nggak kasih angka pasti biar nggak ketahuan umurnya, hehe).

Ketika itu, gw dapat ‘pelajaran penting’ yang tidak terlupakan hingga saat ini,  yaitu: kalau mau foto candi atau foto kita dengan latar candi, cepat-cepat begitu nggak ada yg lewat. Begitu ada yg lewat, selamat datang foto dengan ‘hiasan’ kepala-kepala orang lain, hehe.

Ceritanya waktu itu gw mau foto Candi Prambanan (candinya aja), pakai kamera dengan roll film zaman dulu. Terus ada teman sekolah langsung berhenti di belakang gw. Berhubung masih cupu, gw dengan baik hatinya bilang jalan aja. Dan…. foto Candi Prambanan pertama gw dihiasi dengan 3 kepala teman gw dalam ukuran besar 😛

 

Harga Tiket Masuk

Masih tetap sama dengan kunjungan Iga sebelumnya:

  • Prambanan = 30 ribu
  • Paket Prambanan + Ratu Boko = 45 Ribu
candi prambanan-tiket masuk
Tiket Masuk Candi Prambanan

 

Ngomong-ngomong soal tiket ini, kita udah senang-senang dapat kenang-kenangan dari kunjungan kita soalnya kita kira tiketnya bisa dibawa pulang (biasanya begitu kalau pakai tiket kertas). Ternyata, kita cuma dapat ‘kesempatan’ buat megang tiket nggak sampai 5 menit! Pintu masuk ke kompleks candi itu bersebalahan langsung dengan konter tiket ><. Langsung ditelan deh tiket kita.

Buat yang tetap mau dapat souvenir tiket masuk ini, bisa-bisa aja asal nggak keberatan mengeluarkan uang tambahan untuk beli tiket yang tidak terpakai, hehe.

 

Kompleks Candi Prambanan

Begitu lewat pintu masuk tadi, kita sampai di 1 halaman besar. Ada batu peresmian:

candi prambanan-view-3

candi prambanan-petunjuk arah
Mau ke mana?

 

Berhubung masih pagi, suasana masih sepi banget. Sebelum kita, ada 1 rombongan keluarga yg keliatannya orang asli Jogja, abisnya mereka kenal sama yg jaga loket. Tenang, mereka tetap beli tiket sesuai jumlah personil 🙂

candi prambanan-view-1
Hello Candi Prambanan! Udah kangen 🙂

 

Asiknya pergi rombongan dengan teman-teman dan pergi dengan keluarga ternyata beda ya! Kalau buat gue, lebih asik pas pergi sama keluarga, kapan lagi kan bisa kumpul-kumpul? Terus juga nggak perlu jaim. Sama teman, sedekat-dekatnya kita tetap perlu jaga tindakan dan omongan kan, kalau sampai ada yg sakit hati, bisa berabe 😉

Di depan 3 candi terbesar ini, walaupun pagi-pagi sudah ada jasa tukang foto yg menawarkan jasanya. Kita pun beli 2 foto (harga: Rp 20.000 per foto – kalau tidak salah) dan minta difotoin beberapa kali menggunakan kamera digital. Kapan lagi bisa foto komplit 🙂

 

View dari atas setelah kita naik:

candi prambanan-view-2
Sepi banget….

 

Di dalam kompleks candi ini, ada 1 grup lagi: 1 biksu & 1 orang temannya yg menggunakan jasa pemandu wisata. Awalnya kita sempat kepikiran untuk pakai jasa guide (ada di pintu masuk) cuma kita ragu udah ada atau belum soalnya tempatnya sepi banget dan harus masuk ke area tertentu. Bukan perorangan yg langsung menawarkan jasanya. Asiknya kalau pakai guide kita bisa tau arti di balik beberapa candi. Ternyata biksu juga hobi di foto lho, setiap naik/turun dari candi yg ada, sempat-sempatnya foto juga, hehe.

Di setiap candi, ada papan nama.  Keadaan dari dalam candi:

Candi Prambanan dari Dalam
Candi Prambanan dari Dalam

 

Keluar dari kompleks utama candi, kita masih harus berjalan lumayan jauh. Ada beberapa kegiatan yg bisa kita lakukan, seperti melihat lukisan karya Affandi, masuk ke museum.

candi prambanan

 

Atau yang paling seru, kasih makan rusa. Cocok buat yang buat bawa anak kecil. Gw aja sampai sekarang masih senang liatin rusa. Kalau pas ke Bogor terus lewat Istana Bogor dan lagi banyak rusa aja, selalu disempet-sempetin untuk ambil foto 🙂

candi prambanan-rusa
Rusa di Candi Prambanan

 

Di luar pagar ada informasi tentang rusa totol di Candi Prambanan ini. Awalnya penangkaran rusa ini ‘hanya’ diisi dengan 12 rusa hibahan dari Istana Bogor. Saat gw ke sana, rusa-rusa ini telah beranak-pinak dengan sukses! 🙂

Kalau kamu udah ketemu rusa, berarti udah dekat sama pintu ke luar. Dan di sini, kita kembali bertemu dengan tukang foto yang tadi. Jadi nggak enak ditungguin, mana kita mutar-mutarnya lumayan lama, berusaha menikmati setiap fasilitas yang disediakan. Dan juga, foto di setiap area yg bagus, hehe.

 

Untuk yg mau tau sejarah Candi Prambanan, bisa baca lengkapnya di sini.

 

Keluar dari sini, jangan senang dulu, karena kita bakal ketemu ‘Pasar Seni’ yang jual souvenir, seperti: baju pantai, sandal jepit Jogja yg kreatif banget, kaos-kaos Jogja dengan kata-kata dan gambar-gambar lucu, topi, gantungan kunci, dll.

Buat yang hobi shopping, pasti berasa surga di sini karena harganya lebih murah dari di Bali. Barangnya padahal hampir sama. Baju barong juga ada di sini, jangan-jangan buatan Jogja bukan Bali :P. Walaupun mereka buka harga nggak mahal-mahal banget, masih bisa ditawar lho. Beda dengan di Malioboro di mana semua harga pasti, beli banyak juga sama, huhuu.

Jadi, saran saya, puas-puasin belanja dan beli oleh-oleh di sini. Menurut adik saya yg 2 tahun lalu ke Candi Borobudur, memang harga-harga yg dijual di sini lebih murah. Biaya fotonya juga lebih murah.

Kelar dari ‘Pasar Seni’, masih ada lagi yg jual makanan khas Jogja, kayak bakpia. Dannn yang terpenting buat kita rengginang besar yg pakai gula jawa itu! Nulis ini bikin ngiler deh 😛

Surga dunia deh 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *