Pelesir ke Keraton Ratu Boko dan Candi Prambanan

Pertengahan Maret 2015 yang lalu, saat ke Jogja bersama keluarga, niat awalnya sih cuma ke Candi Borobudur doang, tapi tetap saja gak bisa menahan diri untuk ke tempat-tempat wisata lainnya. Mumpung lagi di Jogja 😀

Kali ini kami memutuskan untuk pelesir ke Candi Prambanan. Langsung menuju ke loket pembelian tiket, terpampang tulisan:

Tiket masuk:

  • Prambanan = 30 ribu
  • Paket Prambanan + Ratu Boko = 45 Ribu

Hmm, muncul beberapa pertanyaan:

“Pilih yang mana ya?”, “Ratu Boko itu apa sih?”, “Liat Prambanan saja atau Ratu Boko juga ya?”

Setelah diskusi dengan keluarga dan tanya-tanya ke satpam, kami penasaran dan akhirnya memutuskan untuk membeli tiket ke Prambanan dan Ratu Boko seharga 45 ribu rupiah.

Karena masih bingung lewat jalan mana, satpam di sana menunjukkan jalan bahwa kami harus ke arah mini bis terparkir yang kayaknya cukup menampung 15 orang. Lho? Oh, ternyata Keraton Ratu Boko itu bukan di kawasan Candi Prambanan, melainkan sekitar 3 km dari sana. Jadi, pengunjung yang mengambil paket, mesti ke Keraton Ratu Boko dulu baru deh ke candi. Perjalanan ke arah keraton melewati jalan sempit dan sawah-sawah.

Keraton Ratu Boko

 

Setiba di lokasi, belum terlihat apapun selain tulisan besar “Keraton Ratu Boko”, pos satpam, tempat parkir bus wisata, air mancur, dan palang.

keraton ratu boko

Sebelum menyerahkan tiket dan melewati palang, supir bus bilang kalau kunjungan hanya dibatasi maksimal dua jam, kemudian nanti langsung kembali ke Candi Prambanan.

FYI, bis beroperasi hingga jam 15.30. Itu berarti kalau kamu datang sore-sore, gak bisa ambil paket ke Keraton Ratu Boko ini.

Terus jalan menaiki anak tangga dan ikuti jalur khusus yang tersedia menuju ke keraton.

ratu boko-2
Di awal perjalanan menuju Keraton…

Di sepanjang perjalanan, ada pondok-pondok untuk tempat bersantai keluarga. Ada pula penjual dogan yang bersedia mengantarkan es dogan segar ke pondok-pondok tersebut. Kami yang hanya lewat pun ditawarin. Hihihi.

Well, Maret 2015 lalu, Keraton ini masih dalam tahap rekonstruksi. Waktu itu, ada sekitar 10 pekerja yang sedang memperbaiki jalur dan membangun dinding. Hmmmm, kalo dipikir-pikir, kayaknya wisata Ratu Boko ini belum terlalu banyak dikenal. Itulah mengapa tersedia paket wisata supaya pengunjung yang ke Prambanan juga tertarik dan semakin mengenal Keraton Ratu Boko ini.

Btw,, saat memasuki ke arah Keraton, ada gapura utama yang terdiri atas 5 pintu masuk (1 pintu besar, 2 sedang, dan 2 kecil). Setelah melewati gapura, tersedia dua jalur: belok kanan atau kiri. Kebetulan kami memilih ke kiri dulu menuju pendopo yakni tempat penyembahan dewa. Butuh tenaga ekstra nih karena mesti naik tebing.

ratu boko-4

Untungnya, ada warung kecil yang menjual minuman, makanan ringan, dan rokok. Kami berhenti sebentar. Duduk-duduk sambil minum dan mendengarkan cerita si penunggu warung. Ia bercerita panjang lebar, tapi yang paling saya inget itu Ratu Boko itu adalah Ayahnya Roro Jonggrang yang dibunuh Bandung Bondowoso. Hehe. Tapi, kok ayah dipanggil Ratu ya?

ratu boko-10

Lanjut menaiki tebing, akhirnya kelihatan juga pendopo kecil yang ada patung dewa di tengah-tengahnya. Sempat foto-foto beberapa kali.

Sumur sucii
Sumur suci
ratu boko-8
Breath-taking view dari atas tebing

ratu boko-5

Karena kecapekan dan mikirnya masih harus menjelajahi Prambanan natinya, kami gak terus ke kanan deh :’(

Nunggu sekitar 30 menit sampai semua penumpang bis penuh, kami cerita-cerita dengan satpam. Katanya, “Sayang banget gak ke kanan, padahal lebih bagus, ada tempat pemandian putri dan goa”. Hiks. Mungkin lain kali ya.

 

Candi Prambanan

Setelah rehat sejenak di dalam bis, ternyata semangat dan antusias itu masih ada setibanya di Candi Prambanan walaupun jam sudah menunjukkan pukul 3. Tapi gak bisa dipungkiri, kaki ini sudah lumayan letih melangkah 😀

candi prambanan-7

Gak kayak Candi Borobudur, jarak dari tempat parkir ke arah candi tidak begitu jauh, jadi bisa jalan kaki. Dari kejauhan saja sudah terlihat tiga candi besar. Yap, Taman Wisata Candi Prambanan terdiri dari gugusan candi-candi yang mana 5 candi besar.

 

candi prambanan-6
Dari kejauhan…
Lebih dekat...
Lebih dekat…

Sebetulnya tak banyak yang bisa dilihat di sini selain kemegahan candi, bule kece (ada yang berpasangan, serombongan, dan bahkan sendirian), dan relief-relief di dinding candi.

candi prambanan-4

Di dalam Candi Siwa (yang paling tengah), ada ruangan gelap berisikan patung besar. Cukup terasa aura mistiknya saat berada di dalam sana. Kalau mau foto-foto di dekat patung, hp or kameranya mesti berkualitas bagus dan ada flash.

candi prambanan-5

Satu hal yang agak bikin ngeselin, toilet nya jauh banget dari candi T-T. Kita mesti ke arah jalan keluar atau balik ke arah parkiran kalau-kalau kebelet. Lumayan capek kan bolak-balik dari candi ke toilet dan balik lagi ke candi.

Semoga lain kali bisa ke Ratu Boko atau Candi Prambanan ini lagi. Apalagi Prambanan sering dijadikan tempat diadakannya event-event besar seperti ulang tahun ANTV beberapa waktu yang silam. PS: Pas kami ke sana Maret 2015 lalu, sedang persiapan ultah ANTV.

Tambahan…

candi prambanan-3
Langitnya cerah 😀
Ada pak tua yang ngambilin sampah-sampah
Ada pak tua yang ngambilin sampah-sampah dan bersih-bersih

One thought on “Pelesir ke Keraton Ratu Boko dan Candi Prambanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *